Macam-macam Media Tanam Hidroponik?



Untuk menanam hidroponik, kita memerlukan media tanam agar tanaman kita bisa tumbuh dengan baik. Bisa dikatakan mediatanam untuk hidroponik ini adalah pengganti tanah jika tanaman itu tumbuh ditanah. Baiklah langsung saja kita bahas satu persatu:




Media Arang Sekam
Sekam merupakan kulit padi. Sisa dari penggilingan. Dalam pembuatan pupuk organik, biasanya sekam tersebut dibakar dengan metode tertentu agar menjadi arang. Penggunaan arang sekam sudah banyak di Indonesia karena bahan baku kulit padi mudah didapatkan. Arang sekam mampu memberikan hasil terbaik untuk memproduksi sayur mayur dan pembibitan bermacam pohon.

Spons
Spoon sering digunakan untuk mencuci piring dan membersihkan kaca jendela kamar. Spoon memiliki kemampuan untuk menyimpan air, sehingga tak heran jika dibiarkan akan tumbuh lumut atau terkadang tanaman rumput.

Expanded Clay
Merupakan sejenis tanah liat yang sudah berisikan mineral penting bagi pertumbuhan tanaman muda sangat cocok buat penyemaian.

Rockwool
Atau sering juga disebut dengan mineral wool, adalah bahan non-organik yang dibuat dengan cara meniupkan udara atau uap ke dalam batuan yang dilelehkan. Hasilnya adalah sejenis fiber yang memiliki rongga-rongga dengan diameter umumnya antara 6—10 mikromoter. Rockwool memiliki kemampuan menahan air 10x dan udara 20% dalam jumlah yang baik untuk mendukung perkembangan akar tanaman. Rockwool merupakan media yang sangat populer pada sistem hidroponik. Rockwool awalnya digunakan dalam konstruksi sebagai isolasi biasanya untuk membangun ruangan kedap suara. Meskipun demikian kita harus berhati-hati menggunakan bahan ini karena rockwool memiliki pH 7,8 sehingga dapat meningkatkan pH larutan nutrisi. Rockwool tidak dapat digunakan tanpa batas waktu biasanya digunakan hanya sekali saja. Rookwool sudah banyak digunakan untuk sistem pembenihan dengan teknik hidroponik.

Coir di sebut juga Coco peat (cocopeat),
Terbuat dari sabut kelapa yang sangat baik digunakan untuk menyemai biji.

Perlite
Adalah kaca vulkanik amorf yang memiliki kandungan air yang relatif tinggi, biasanya dibentuk oleh hidrasi obsidian,yang dimana cocok untuk penetasan telur hewan dan mepercepat pertumbuhan tanaman dari biji nyaperlites

Pumice.
Berasal dari batuan basalt yang terdapat di pantai akibat dari letusan gunung berapi beratus tahun sebelumnya.

Vermiculite.
Sekelompok mineral memiliki, struktur dari mika. Mereka adalah silikat hydrous, berasal umumnya dari perubahan semacam mika. Disebut demikian karena timbangan, ketika dipanaskan, membuka keluar ke bentuk nguler sdverm

Pasir.
Pasir bisa juga untuk pembenihan tanaman pantai dan pegunungan contoh di pantai seperti buah kelapa dan biji kacang sand bean.

Kerikil.
Dapat digunakan untuk penanaman di dalam rumah kita jika ingin menambah kesan keindahan interior rumah, yang dapat di tanam dengan media kerikil hanya tanaman yang tahan ter hadap air atau kebutuhan airnya tinggi.

Serbuk kayu.
Biasa yang digunakan untuk tanaman yang memerlukan kelembaban yang tinggi misalnya jamur asasde.



Nah, silakan Bunda memilih media tanam yang mudah didapat dan tersedia di lingkungan sekitar Bunda.

0 Response to "Macam-macam Media Tanam Hidroponik?"

Post a Comment

wdcfawqafwef